Selasa, 20 Maret 2012

Trik Mengubah Tegangan Out +12V menjadi -12V Regulator DVD Player

Buat rekan-rekan yang masih kesulitan di saat menganti Regulator multy DVD Player, kebanyakan regulator yang dijuak di pasaran teg outnya kurang lengkap. Biasanya kita hanya menjumpai teg out 3.3v, 5v, +12v, 21v dan 30v. Sedangkan tegangan -12v tidak ada. Padahal pada DVD player, tegangan yang dibutuhkan secara umum adalah, 5v dan -12v. Yang jadi masalah, dari mana kita bisa mengambil tegangan -12v tersebut?

Caranya sangat simple, tinggal tukar/balik arah kaki elko dan kaki dioda, di jalur tegangan +12v, sehingga teg out akan berubah jadi -12v. Lihat gambar.





Kalau masih ada yang kurang jelas, bisa ditanyakan di kolom komentar. Terima kasih. Selamat mencoba.

Senin, 15 Maret 2010

DVD PLAYER MATI STANDBY


Baru saja saya selesai memperbaiki dvd player merk NIKO dengan kerusakan mati standby. kerusakan seperti ini sering juga terjadi pada dvd player dan pada umumnya dvd dengan merk cina, salah satunya seperti yang saya tangani ini yaitu dvd player merk NIKO. 

Ketika dvd ini di-on-kan tp tidak ada reaksi apapun dan display dvd tidak menyala, akan tetapi lampu indikator tetap menyala inilah yang dimaksud kerusakan mati standby. 

Kerusakan seperti ini dalam mencari sumber / letak kerusakannya bisa dibilang lumayan susah dikarenakan kerusakan ini jarang terletak pada bagian power supply,otomatis power supply dalam kondisi normal apabila dicek output tegangan power supply juga normal-normal saja, dan seperti yang saya alami ini kerusakannya bukan di bagian power supply, tetapi pada blok MPEG. 

CONTOH KERUSAKAN : 



Kalau kerusakan terletak pada blok MPEG maka kita butuh kejelian serta ketelitian yang yang serius karena dari fisik komponen di MPEG yang begitu kecil serta jalur yang rumit. Jika terjadi satu kesalahan saja bisa mengakibatkan kerusakan yang serius dan fatal. 

Setelah tutup dvd player saya buka kemudian saya mulai mengerjakan dan memperbaiki kerusakan dvd tersebut, pertama untuk memastikan tegangan power supply saya cek terlebih dulu output dari power supply dg multitester, ternyata dugaanku benar tegangan power supply normal. 

Kemudian langsung menuju pengecekan pada bagian blok MPEG mulai dari jalur pcb serta komponen saya cek satu per satu untuk memastikan keaadan komponen dan juga saya cek semua tegangan masuk yang menyupply bagian blok MPEG. 

Setelah ceking sana ceking sini sampe blok MPEG saya otak-atik saya bolak-balik akhirnya saya menemukan satu komponen yang rusak, yaitu transistor ss8550, di bagian blok MPEG, yang saya perbaiki ini ada dua buah transistor ss8550. Letak trasistor bisa dilihat gambar di bawah ini : 



Komponen yang rusak sudah saya temukan dan saya lepas dari pcb, tetapi saya tidak punya cadangan akhirnya saya langsung ke toko elektronik terdekat untuk mencari trasistor ss8550 ini, namun apa yang terjadi setelah muter-muter dari toko satu ke toko lainya ternyata ss8550 ini tidak ada entah habis atau memang tidak ada saya juga kurang paham. 

Akhirnya sayapun pulang dengan tangan hampa alias tanpa membawa transistor ss8550 yang baru, lantas bagaimana nasib dvd player garapan saya ini? setelah sampai rumah, saya istirahat sejenak sambil berfikir 2 X dan mencari solusi bagaimana supaya dvd player ini bisa kembali normal tanpa transistor ss8550. 

Dari sekian lama saya berfikir akhirnya saya menemukan solusinya, saya coba mengganti transistor ss8550 tersebut dengan dioda biasa. Dan pemasangan dioda tersebut seperti tampak gambar berikut : 


Begitu dioda tersebut selesai saya pasang kemudian saya nyalakan dan tombol on/off saya tekan display digital pun menyala lalu saya coba menekan semua tombol baik open, close,dsb juga normal semua. Saya masukan disc dan berjalan normal 😂 yey , akhirnya dvd player tsb normal kembali seperti sedia kala. 


Terima kasih telah berkunjung. Salam sukses!

Rabu, 13 Januari 2010

Cara Mengukur Elco Menggunakan Avo Meter




Untuk menguji apakah Komponen Kapasitor dapat berfungsi dengan baik, kita juga dapat menggunakan Multimeter Analog dengan Skala Resistansi (Ohm). Multimeter Analog tidak dapat mengetahui dengan pasti nilai Kapasitansi dari sebuah Kapasitor, tetapi cukup bermanfaat untuk mengetahui apakah Kapasitor tersebut dalam Kondisi baik ataupun rusak.
Sekarang bagaimana cara mengukur elco pakai Avo Meter? ok akan saya jelaskan cara dan langkah-langkahnya. Pertama pilih selektor Avo Meter pada posisi Ohm meter dan sesuaikan dengan besar kecilnya kapasitas elco.
  • Posisi x1 untuk mengukur ukuran elco 10.000uf ke atas.
  • Posisi x10 untuk mengukur ukuran elco 100uf sampai 10.000uf.
  • Posisi 1K untuk mengukur ukuran elco 1uf sampai 100uf.
  • Posisi 10K untuk mengukur ukuran elco 0,1uf sampai 1uf.

Berikut ini adalah Cara menguji Kapasitor Elektrolit (ELCO) dengan Multimeter Analog :
  • Atur posisi skala Selektor ke Ohm (Ω)
  • Hubungkan Probe Merah (+) ke kaki Kapasitor Positif. Hubungkan Probe Hitam (-) ke kaki Kapasitor Negatif
  • Periksa Jarum yang ada pada Display Multimeter Analog

    Kapasitor yang baik : Jarum bergerak naik dan kemudian kembali lagi.
    Kapasitor yang rusak : Jarum bergerak naik tetapi tidak kembali lagi.
    Kapasitor yang rusak : Jarum tidak naik sama sekali.

Demikianlah uraian penjelasan dari saya tentang Cara Mengukur Elco Menggunakan Avo Meter. Semoga bermanfaat selamat mencoba 

Senin, 17 Agustus 2009

Cek Remote TV Dengan Kamera Hp

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi ilmu & trik cara untuk memeriksa dan memastikan apakah remote TV sudah berfungsi atau belum. Yaitu dg memanfaatkan kamera Hp. Perlu kamu ketahui bahwa pada saat remote TV ditekan, sebenarnya Led/Sensor pd remote TV tersebut menyala, namun mata manusia tidak dpt melihatnya. Cahaya yg dipancarkan remote TV adalah sinar infra merah yg panjang gelombangnya diluar jangkauan mata. Oke... Sekarang kita mulai tes remote.
1) Siapkan remote yg akan dites. Jangan lupa pasang batre yg masih bagus 2) Siapkan kamera handphone, resolusi tidak jadi masalah, hp jadul yg pake kamera VGA juga bs. 3) Nyalakan kamera Hp 4) Pencet tombol remote dan arahkan pada lensa kamera 5) Jika remote masih berfungsi dg baik, maka nyala lampu remote akan terlihat pada layar Hp.



6) Pencet tombol lain dan pastikan semua tombol juga berfungsi.
Sekian dulu postingan kali ini. Semoga bermanfaat.


Sabtu, 28 Februari 2009

Penyebab Transistor Horisontal Panas atau Sering Rusak





KASUS :
Transistor HOT panas.
Atau transistor HOT rusak lagi setelah pesawat dipakai beberapa hari.
Dan dibawah ini adalah beberapa catatan yang kami miliki sebagai penyebab kasus tersebut

(1) Semua tegangan di cek normal.

Penyebab ini paling sering terjadi. Elko deccoupling filter suply Vcc pada bagian primer tranfo horisontal drive nilai mengecil atau kering (contoh gambar C408). Hal ini menyebabkan transistor HOT “under drive”.

Transistor HOT cara kerjanya mirip sebagai switch yang bekerja on-off dengan frekwesi tinggi. Idealnya pada saat “on” resistansi antara kolektor-emitor adalah mendekati nol ohm, dimana syaratnya untuk memenuhi hal ini adalah “level sinyal drive” harus mencukupi.

Jika level sinyal drive kurang akibatnya transistor tidak dapat “on” sepenuhnya. Ada semacam resistansi atau "tahanan semu" antara kolektor-emitor. Akibatnya akan timbul panas dari tahanan semu ini ketika dilalui oleh arus kolektor sebesar Watt = I x R. Makin besar nilai tahanan semu, maka makin panas suhu transistor horisontal.

(2) Pada model-model tertentu seperti SAMSUNG atau JVC.

Suply tegangan Vcc untuk bagian horisontal-drive ada 2 macam.

Saat start pertama teve dihidupkan - suply diberikan dari tranfo switching (contoh gambar bawah tegangan A+ 13.5v)
Kemudian saat pesawat sudah hidup - suply selanjutnya ganti diberikan dari tranfo flyback yang mempunyai tegangannya sedikit lebih besar dari tegangan saat start (contoh gambar B+ 16.5v)

Kerusakan pada sirkit yang mensuply Vcc dari flyback dapat menyebabkan under drive.

Kerusakan dapat disebabkan ada resistor yang putus, atau dioda rusak. Dioda ini (contoh D303) kadang diperiksa dengan ohm meter nampaknya bagus, tetapi kalau dipasang akan menyebabkan tegangannya drop.

(3) Penyebab kemungkinan lain yang bisa terjadi :

Tegangan suply untuk horisontal-driver drop. Dapat disebabkan karena ada resistor nilai molor (atau pernah diganti dengan nilai yang berbeda)

Gulungan pada trafo horisontal-drive ada yang sedikit short
Kumparan def yoke bagian horisontal ada yang sedikit short/terbakar. Atau def yoke pernah diganti dengan impedasi yang lebih rendahh.

******************

Cara menguji apakah transistor horisontal terlalu panas (overheat) secara sedehana :

Tempelkan jari telunjuk pada bodi transistor (hati-hati melakukannya).
Jika jari telunjuk tahan menempel hingga agak lama, berarti suhu adalah normal.

Rabu, 25 Februari 2009

TV Panasonic QuantriXF - TC2088 21"

Dapat servisan TV Panasonic QuantriXF - TC2088 21"




Gejala: Start awal warna, gambar, dan suara normal. Setelah berselang 10 menit gambar & suara hilang, di layar hanya ada garis-garis datar hitam tebal.

Cek semua tegangan Tuner semua normal, cuma di bagian pin AGC tuner kadang tegangannya agak sedikit drop. Saya cek elko di pin tersebut yaitu C104=3.3uF/50v masih bagus, tapi saya ganti elko tersebut dengan nilai yang lebih besar 33uF/50v. Setelah running test selama 1 jam, tv sudah normal kembali.







Terima kasih. Salam Sukses.



Rabu, 27 Februari 2008

Cara Mengakali Fbt yang Memakai 2 Fokus

Pada fbt TV Sony model lama biasanya memiliki dua fokus. Jika tidak punya stok spare partnya, dalam keadaan darurat kita bisa mengakalinya dengan fbt lain yang memiliki satu fokus. Persamaan/Alternatif lain fbt BSC-29-01N4014C (dua fokus) bisa diganti dengan BSC-25-T1010A (satu fokus)



Caranya: pasang fbt seperti biasa. Pada pin fokus di soket RGB disatukan saja (dari fokus fbt pasang di pin fokus 1 pada soket RGB, kemudian jumper kabel dari pin fokus 1 ke pin fokus 2)

Oke, cukup sekian dulu. Semoga bermanfaat. Salam sukses!



Selasa, 26 Februari 2008

TV Akari 21" Semi Datar Mati Standby

Sedikit cerita sore tadi. Ada satu call job yg kurang berkenan di hati. Di rumah hanya ada ibu rumah tangga. Si bapak lagi kerja. Setelah kami datangi, ternyata TVnya merk AKARI 21" semi datar.

Sampai tujuan yang punya kutanya keluhannya. Katanya hanya lampu merah doang yang menyala. Led berkedip. Lalu TVnya saya bongkar. Eh ternyata mesinnya berantakan. Semua soket sudah lepas semua. Tinggal jack ac sama soket sensor saja yang nancep. Kabel anoda fbt bekas dipotong. Tertinggal hanya 10cm. Karetnya pun sudah lenyap. Dioda B+ pun juga gak ada. Parah. 😂

Saya tanya sama ibu, "Bu kok mesin dah berantakan emangnya habis diservis ya?"
Si ibu bilang, "iya mas. Sudah 1 minggu belum juga beres. Sudah dibelikan spare part. Habis 75k. Gak jadi dilanjutin terus sama bapak diambil."

Lalu saya telusuri masalahnya. Langkah pertama. Saya cek TR hotnya. Probe hitam avo di kolektor. Merah di emitor/basis. Ternyata short. Saya cabut, lalu saya lepas R pembatas B+. Dioda B+ saya pasang yg baru. Coba saya colokin sambil pasang avo. Crik. OK tegangan sudah normal semua.

Langkah selanjutnya ambil kabel+karet fbt. Kabel pun saya solder rapi. Saya lem dengan lem Besi/DEXTON. Menunggu sampai agak kering. Sambil pasang TR hot baru. Sesudah beres semua. Lalu saya coba hidupin. Cesss logo AKARI muncul. Saya pasang antena, gambar ok suara ok.

Setelah perbaikan, saya pamit pulang. Ditanya sama si ibu berapa ongkosnya. Karena TV tantangan bekas acak-acakan tuser lain, saya tarif agak mahal 100k. Setelah saya sampek rumah, sekitar 3 jam kemudian, suaminya sms gini, "Mas kok sampek 100k ganti apaan?" Inilah pertanyaan yang membuat saya kurang berkenan di hati. Seperti tidak menghargai ilmu seorang teknisi saja. Lalu saya balas. Ganti ini itu saya kasih garansi. Karena saya sedikit tersinggung. Aku juga bilang, kalau merasa keberatan akan saya potong ongkosnya, tapi gak garansi.

Beberapa minggu kemudian saya coba hubungi lagi, ternyata servisan saya masih awet. Maaf terlalu panjang ceritanya. Terima kasih dan salam sukses.👍

Sabtu, 19 Januari 2008

Cara Membongkar dan Menentukan kabel Email Yoke Vertikal yang Putus



1) Buka solderan kedua ujung kawat Email, kemudian pisahkan lalu ukur dg skala x10. Jika diukur dari ujung ke ujung gulungan dan jarum tester tetap diam berarti jalur itu putus. Jika kita sudah tau gulungan mana yg putus

2) buka lem pada gulungan yg mau dibuka. Buka lem dengan hati-hati jangan sampai kawat Email tergores/putus

3) buka pin penjepit inti ferit di kedua belah sisi kiri dan kanan

4) masukan obeng (-) ke celah antara ferit atas dan ferit bawah, lalu dicungkil sambil menahan ferit yang satunya agar ferit yang mau dikeluarkan saja yg keluar

5) Jika ferit sudah berhasil dicungkil, tarik ferit ke atas pelan-pelan. Biasanya yang putus hanya bagian bawah atau bagian sudut lilitan. Biasanya ditandai dg adanya bekas terbakar/gosong

6) kalau sudah ditemukan yg putus tinggal tarik lilitan tersebut keluar, lalu disambung dg lilitan yg satunya tadi (ujung). Kalau sudah disambung coba ukur kembali untuk memastikan apakah sudah tersambung atau belum. Kalau sudah tersambung berarti pekerjaan kita sudah selesai. Tinggal pasang kembali seperti semula

7) Jika tidak dilihat adanya kawat yg putus itu bisa jadi putusnya di bagian dalam. Biasanya kita harus mengurai semua kawat sampai kita temukan kawat yang putus. Setelah itu baru kita gulung ulang. Kadang kita bingung cara menggulungnya. Sebenarnya mudah saja. Arahnya juga terserah mau arah kemana. Tapi dalam inti ferit ada dua tumpukan, yaitu kiri dan kanan. Kita bisa melilit 30 atau 35 lilitan sebelum berpindah ke kiri atau kanan. Setelah selesai, tinggal kita pasang seperti semula.
Jika arah gulungan pas biasanya langsung bagus, tapi jika arah lilitan salah, biasanya tampilan gambar berbentuk X.

Jika demikian cara mengatasinya cukup mudah. Tinggal memindahkan/menukar tempat ujung lilitan. Misalnya, jika sebelumnya ujung 1=A1 dan ujung satunya 2=A2 tinggal pindahkan dari A1 ke A2 dan A2 ke A1.

Itulah sedikit uraian cara membongkar Yoke Vertikal. 

Terima kasih salam sukses!

Sabtu, 01 September 2007

Penjelasan dan Fungsi Komponen pada Power Amplifier OCL 150 Watt


R1 (100K), berfungsi meredam hum / sinyal liar yang mungkin timbul terutama pada saat amplifier dihidupkan tanpa rangkaian input.

C1 (100nF), sebagai kopling, menyalurkan sinyal ac (lebih dari 20Hz) dan menahan sinyal dc.

R2 (33)K, memberi bias ke basis TR1 sekaligus membuat kapasitor resonansi C2 lebih aktif. Gain bas bisa 2 hingga 4 kali lipat (sekitar 6dB) lebih kuat dari amplifier lain.

R6 (33K), resistor gain. Semakin besar nilainya semakin besar pula penguatannya. Penguatan dan kejernihan suara berbanding terbalik. Jika rangkaian amplifier ini harus disupply dengan tegangan rendah, misal 12V ct 12V, maka sebaiknya R6 ini diganti dengan yang lebih kecil, misalnya dari 33K menjadi 10-12K.

R3 (560), kebalikan dari R6

C2 (47uF), kapasitor resonansi/ kapasitor gain/kapasitor feed back, hanya bekerja pada arus ac. Menjamin R3 supaya hanya meneruskan sinyal audio (di atas 20Hz) & menahan arus dc.

TR1, TR2 (A564), Stage input yang bekerja kebalikan. TR1 penguat non-inverting, sedangkan TR2 penguat inverting. Untungnya stage ini menggunakan transistor PNP. Transistor PNP biasanya jauh lebih linier, pemilihan komponen yang cerdas.

D1, D2, R4, R7, TR4, membentuk rangkaian regulator arus untuk mensupply stage input. Dioda ini tidak harus high speed, yang penting kuat membentuk tegangan sekitar 1.3V, amplifier lain malah mengganti dua dioda ini dengan satu biji led.

R4 (10K), Bias D1 & D2, Semakin kecil semakin panas, semakin panas semakin jernih. Menjamin TR1 & TR2 tidak kekurangan arus. Kejernihan suara salah satunya ditentukan dari sini. Berfungsi juga untuk membuang muatan kapasitor power supply, penting pada saat rangkaian dimatikan dipegang untuk diperbaiki.

R10-R11 (100), C5-C6 (47uF), membentuk rangkaian filter dengung & osilasi yang mungkin terjadi dari kaki-kaki TR3 & TR4. Osilasi biasanya berupa sinyal ultra treble halus yang bisa membuat heatsink/ transistor power lebih panas.

D3 D4, D5, membentuk regulator tegangan bias untuk TR5 & TR6 (pengganti baterai 1,8-2,1v) yang nilainya 3 x dioda = 1,8V - 2,1V. Pada rangkaian amplifier yang lain biasanya V bias ini di paralel dengan kapasitor 100nF-2u2 agar lebih stabil saat terkena guncangan sinyal yang berlebihan.

R12 (100), menjaga supaya nilai tegangan bias tidak lebih dari 2V. Tegangan bias ini bernilai tetap, berada di titik CT (kira kira -1V hingga +1V). Tegangan tetap ini terombang-ambin g ke atas dan ke bawah seperti getaran daun speaker. Sebenarnya R ini bisa dihilangkan. Amplifier model ini bisa bekerja pada rating tegangan naik atau pun turun, tidak seperti amplifier yang menggunakan dioda zener, rewel.

TR3 (D438), sebagai penguat sinyal tegangan (unbalanced). Menarik sinyal bias ke rel negatif supply. Sedangkan yang menjaga/ menarik sinyal bias ke rel positif supply secara otomatis adalah R8 (2K2) & R9 (4K7). Output antara rel positif dan rel negatif tegangannya mendekati simetris tetapi tidak sama kekuatan arusnya, oleh sebab itu perlu rangkaian penguat arus pertama (D313) sebelum diumpan ke transistor final. Untuk amplifier mosfet biasanya tidak perlu sepasang transistor ini (D313/B507) karena transistor final mosfet sudah cukup aktif diberi arus gate kecil, 0.1mA.

C3, mengatasi noise & osilasi pada TR3

C4 (47u), Bootstrap, menyesuaikan getaran tegangan bias tadi, biasanya kapasitor ini bernilai 22uF atau lebih. Jalur referensi yang dipakai bukan ground tetapi jalur speaker untuk mengimbangi getaran tegangan bias. Menyesuaikan kekuatan getaran bass pada saat konus speaker bergerak ke depan. Membantu kerja transistor final supaya tidak panas sebelah. Dan memompa/ menampung tenaga untuk Volt-Amp-Stage pada saat sinyal full berada dipuncak. Saya belum mengetahui nilai yang cocok untuk ini.

TR5 (B507) & TR6 (D313), sebagai penguat arus pertama. Seringnya transistor ini diganti dengan TIP41C/tip42C.

R13 & R14 (330), memberi supply arus ke TR5 & TR6 lewat emitornya masing- masing. Seringnya dua resistor ini hitam terbakar karena ketidaksesuaian antara getaran yang dikeluarkan kit amplifier dengan respon loudspeaker. Transistor final tidak mampu mempertahankan tegangan yang diberikan transistor driver, beban/speaker dianggap terlalu berat buat transistor power. Sebaiknya selain ganti transistor power dengan kualitas yang lebih baik, resistor 330 juga diganti dengan daya minimal 2 Watt karena terhubung seri terhadap beban/ speaker.

R15 & R16 (0,5/5W), memberi supply ke TR7 & Tr8 lewat kaki emitor. Resitor ini bernilai kecil karena kita menginginkan arus besar, biasanya bernilai tidak lebih dari 0.5 Ohm.

TR7 (MJ2955) & TR8 (2N3055), transitor daya sebagai penguat arus terakhir. Sebenarnya transistor buatan ST ini sudah lebih dari cukup bagus, tetapi karena alasan model jadul, tegangan rating maksimum rendah (maksimal 32v ct), susah memasangnya & murah harganya banyak di antara kita memilih tranistor lain yang lebih mahal. Ada banyak keuntungan menggunakan transistor logam dari pada transistor plastik terutama untuk peralatan outdoor.

Tambahan:
L, menahan sinyal di atas 20Khz & memutus osilasi ke jalur speaker. Jika sinyal treble terhambat dengan adanya L maka Ra menyalurkannya ke speaker dengan nilai yang mendekati impedansi speaker, biasanya 8~10 Ohm.

Rb & C, membantu kerja L & Ra. sinyal di atas 20KHz akan mengalir ke ground melalui Rb (10). Nilai C biasanya kurang dari 100nF. Sedangkan Rb biasanya mendekati nilai impedansi speaker 8 Ohm dengan daya minimal 2 Watt. Kalau Rb ini gosong berarti sinyal ultra treble/osilasi ada dan kerja . Jadi hati-hati dengan treble yang berlebihan! Ketiga komponen ini (L, Rb, C) adalah suatu cara yang tidak bersifat preventif/ mencegah osilasi, dan sebenarnya lebih cocok diaplikasikan pada frekuensi tinggi dan sinyal rendah..Sinyal besar pada output amplifier besar cenderung sukar dikendalikan.

Rabu, 14 Maret 2007

Modifikasi Power OCL 150 Watt


Modif versi Low voltage (32v): 


1. Ganti kapasitor 100nF dengan 22nF. Ini untuk menyaring sinyal infra bass yang tak terdengar dan suka mengganggu/ menggetar-getarkan daun speaker. 
2. Ganti kapasitor elko 47μF/50V yang bawah-tengah (kapasitor resonansi) dengan 22μF/16-50V. Fungsi sama dengan no.1, dan membantu menaikkan hentakan sinyal bass (cocok untuk semua nada bass). 



Dua point ini diharapkan untuk menjaga daun speaker dari guncangan bass yang berlebihan tanpa mengurangi produksi suara (bass-mid-treble). 


3. Parallelkan R 100KΩ dengan C keramik 1nF (input to ground). Ini penting untuk kesetabilan sinyal, mengurangi noise yang mungkin masuk, mengurangi tingkat kerusakan speaker/twiter dan sebagai limiter sehingga output lebih powerfull. 




=========================== 






Modif versi High voltage(42-47v): 


1 - 3. Sama seperti di atas 
4. Pindahkan kaki kanan resistor 10KΩ ke ground. Ini untuk menghemat listrik, dan menghindarkannya dari panas. 
5. Gunakan Kapasitor elko untuk power supply 2x10.000μF 63V(trafo max 45V ct), 10.000μF/80V(untuk tegangan lebih dari 45V ct), untuk trafo min 10A 
6. Ganti ketiga elko dengan 47μF/100V 
7. Ganti transistor A564 dengan 2N5401 (basis tengah), Transistor D438 diganti dengan MJE340, D313/B507 ganti dengan MJE340/MJE350, Power Transistor menggunakan Sanken C2922 (sebaiknya dua set tiap speaker) 
8. Tegangan offset sekitar 100mV, ini biasa terjadi di power OCL. Untuk menguranginya, parallel resistor 560Ω(kiri) dengan trimpot sekitar 2KΩ. Dua kaki tegah dan pinggir disatukan, posisi arah tengah untuk menghindari dari short. Atur trimpot ini sehingga tegangan offset mendekati nol. 
9. Usahakan pengkabelan untuk power transistor sependek mungkin 
10. Ingat, ambil jalur ground speaker dari CT elko power supply. 



Kesimpulan: 
• Pada eksperimen versi Low voltage Jernih, bass cukup nendang dan pulen, daun speaker lebih stabil dari sebelum dimodif. 
• Eksperimen High voltage cukup nendang, stabil, bass kental, rendah distorsi,. Cocok untuk speaker dengan diameter 15" atau lebih.


Trik Mengubah Tegangan Out +12V menjadi -12V Regulator DVD Player

Buat rekan-rekan yang masih kesulitan di saat menganti Regulator multy DVD Player, kebanyakan regulator yang dijuak di pasaran teg outnya...